Ayooo Nikmati Kumpulan karya literasi Murid SMAN 6 Kota Komba hari ini
- Kamis, 29 Januari 2026
- Frumensius Hemat
- 1 komentar
OPINI
KOLABORASI ANTAR PIHAK ADALAH KUNCI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAN 6 KOTA KOMBA
Menurut saya, kolaborasi yang erat antara berbagai pihak tidak hanya penting, tetapi juga menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 6 Kota Komba. Tanpa dukungan bersama dari pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar, upaya untuk membawa sekolah ini menjadi lembaga pendidikan unggulan akan sulit terwujud.
Pemerintah daerah dan pusat memiliki peran sentral dalam hal ini. Mereka harus bertanggung jawab menyediakan anggaran yang cukup untuk pembangunan fasilitas—seperti menambah alat laboratorium yang lebih modern dan buku perpustakaan yang aktual—serta mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan kompetensi. Tanpa dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia dari pemerintah, sekolah akan kesulitan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Selanjutnya, pihak sekolah sendiri harus menjadi motor penggerak perubahan. Guru dan kepala sekolah perlu mengelola setiap bantuan yang diterima secara efektif, mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lokal, seperti mengintegrasikan nilai budaya Manggarai ke dalam materi pelajaran. Komunikasi yang terbuka dengan semua pihak juga harus selalu dijaga agar setiap langkah perbaikan dapat berjalan lancar.
Tidak kalah pentingnya adalah peran orang tua dan masyarakat. Mereka tidak hanya perlu mendukung aktivitas belajar siswa di rumah, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif melalui Komite Sekolah. Selain itu, potensi lokal seperti keterampilan pertanian dan seni tradisional bisa dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran siswa, sehingga pendidikan di sini menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi yang terjalin dengan baik, saya yakin SMAN 6 Kota Komba tidak hanya akan meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswanya, tetapi juga akan menjadi pusat pembangunan masyarakat yang mampu mencetak generasi muda yang berkualitas dan mencintai daerahnya.
Nama:Agnes Yesika Ndori
Kelas:Xl IPS 1
PUISI
Penjara Kaca di Ujung Jari
Layar menyala di larut malam,
menampilkan dunia yang tampak tenteram.
Ibu jari menari tanpa henti,
mencari validasi, melupakan diri.
Potret bahagia, tubuh sempurna yang dipajang,
membuat rasa percaya diri perlahan meradang.
“mengapa aku tak seperti mereka?” bisik hati,
cemas merayap, rasa minder pun menghampiri.
Di balik cahaya biru yang menawan,
ada waktu tidur yang terbuang sia-sia.
Detak jantung berpacu, notifikasi berbunyi,
kesepian di tengah keramaian maya yang sunyi.
Dunia cermin, menyembunyikan luka,
pertunjukan semu yang membelenggu jiwa.
Remaja terperangkap dalam genggaman kaca,
kehilangan detak realita, menggerus citra remaja.
By: Margareta Naya, kelas: XI IPS1
Layar Kaca, Jiwa Merana
Jemari menari di atas layar kaca,
Menatap dunia yang tampak sempurna.
Ribuan like menjadi ukuran bahagia,
Sementara jiwa perlahan hampa.
Membandingkan diri dengan maya,
Tubuh ideal, hidup mewah ceria.
Tersesat dalam ilusi semata,
Rasa tak cukup, memupuk luka.
Malam larut, layar tetap menyala,
Kecemasan datang tanpa suara.
Perundungan siber, komentar tajam,
Membuat remaja terisolasi kalam.
Lepaskan sejenak, tatap dunia nyata,
Kembalikan diri, temukan sukacita.
Media sosial hanyalah jembatan,
Bukan cermin penentu kehidupan.
By : Marseliani Liontiane Kabung,Kelas XI IPS1
CERPEN
Siang di Halaman Sekolah
Siang mulai turun perlahan di halaman Sekolah SMA Negeri 6 Kota Komba. Cahaya senja menyapu atap kelas dan pohon-pohon mahoni yang rindang. Aku duduk di bangku dekat lapangan bola voli, menatap bayangan panjang teman-temanku yang masih asik bermain bola.
Hari itu berbeda, ada rasa tenang yang aneh, seperti waktu berhenti sejenak. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menyerap setiap detik sebelum bel pulang berbunyi.
Tiba-tiba, Anisa, teman sebangkuku, duduk di sampingku menatap langit senja. Aku mengangguk diam, rasanya ingin kukatakan sesuatu, tapi aku sulit mengungkapkannya. Aku menoleh dan tersenyum. Senja mulai terasa lebih tenang, angin siang meniup rambut kami, dan daun-daun kering berjatuhan di halaman SMA N 6 Kota Komba.
Suara tawa teman-teman di lapangan bola voli menjadi musik latar bagi momen sederhana. Saat bel akhirnya berbunyi, siang itu tetap tinggal di hati. Kebahagiaan sederhana bukan tentang kata, melainkan menghargai momen yang ada di halaman.
Di halaman SMA N 6 Kota Komba, di antara pohon, bangku, dan meja, aku belajar bahwa senang bisa menjadi saksi persahabatan.
Nama: Maria Andriani Ndua, Kelas XA