You need to enable javaScript to run this app.

Guru Kenyang, Murid Puas

  • Kamis, 01 April 2021
  • Frumensius Hemat
  • 1 komentar
Guru Kenyang, Murid Puas

Tulisan pendek ini pada dasarnya bertolak dari pengalaman eksistensial seorang pendidik atau guru.  Sadar atau tidak setiap orang yang bekerja pasti memiliki niat untuk bisa hidup dan menghidupkan orang lain.  Seorang guru yang sudah berumah tangga dan memiliki anggota keluarga atau belum sekalipun sudah dengan pasti membutuhkan upah untuk menopang hidup dan keluarganya. Singkatnya setiap pekerjaan pasti mendapatkan upah. Upah dari setiap pekerjaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ini prinsip kehidupan yang tak terbantahkan.  

Atas dasar inilah perlu ditinjau secara adil terutama kebijakan berkaitan dengan upah dari pekerjaan menjadi guru. Kepala sekolah dan komite sekolah mesti memikirkan secara adil dalam pengambilan kebijakan berkaitan dengan urusan "perut" para guru.  Untuk guru yang berstatus ASN mungkin tidak terlalu merisaukan berkaitan dengan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan hidup.  Pemerintah sudah mengganjari secara tepat pemenuhan kebutuhan guru lewat kebijakan gaji dan upah guru. Guru ASN memiliki banyak item pemasukan untuk menunjang kehidupannya di antaranya,  ada tunjangan istri dan anak,  tunjangan daerah terpencil,  tunjangan sertifikasi dan masih banyak lagi.

Lalu pertanyaan gugatan muncul? Bagaimana dengan nasib guru guru honorer? Apakah secara ekonomi berkecupan dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya? Di sinilah sebenarnya muncul sebuah masalah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa siapa pun di kolong langit ini pasti akan bisa bekerja dengan maksimal jika dalan keadaan kenyang. Situasi akan berubah jika seseorang dipaksa bekerja dalam keadaan lapar dan tidak memiliki apa apa.  Sudah pasti pekerjaan menjadi terbengkalai dan tidak maksimal.  Demikian juga jika seorang guru honorer dibiarkan  menerima penghasilan yang sangat sedikit. Pasti akan mengalami banyak kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dan anggota keluarganya.

Situasi ini hampir dialami oleh sebagian besar guru dan pendidik honorer. Saatnya kepala sekolah mulai mencari cara untuk meningkatkan upah dan gaji guru honorer. Manfaatkan dengan sebaik baiknya penggunaan dana BOS dan sumber dana lainnya untuk kesejahteraan guru.  Sebab jika guru kenyang maka murid akan dipuaskan akses pembelajaran dengan baik dan efektif. Semoga

Bagikan artikel ini:

1 Komentar

"Terima kasih atas tulisan ini, semoga menjadi referensi bagi kaum pengambil kebijakan utk lebih menciptakan regulasi yg menjunjung tinggi " perikemanusiaan dan prikeadilan""
02 Apr 2021 07:06 Teresia Jemina
"Semoga"
Teresia Jemina

Beri Komentar

Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil